Akankah saya pada akhirnya memilih menyalibkan Dia daripada mengakuiNya, Anak Allah ? (sebuah pelajaran dari para guru Yahudi)
Musuh para murid tidak dapat mengelak bahwa Kristus telah bangkit dari antara orang mati. Buktinya terlalu jelas untuk diragukan.
Namun demikian, mereka mengeraskan hati, menolak untuk bertobat dari perbuatan mengerikan yang telah mereka lakukan dalam membunuh Yesus.
Bukti yang berlimpah bahwa para rasul berbicara dan bertindak di bawah ilham Ilahi telah diberikan kepada para penguasa Yahudi, tetapi mereka dengan tegas menolak pesan kebenaran.
Kristus tidak datang dengan cara yang mereka harapkan, dan meskipun kadang-kadang mereka telah diyakinkan bahwa Dia adalah Anak Allah, namun mereka menahan keinsafan, dan menyalibkan Dia.
Dalam belas kasihan Tuhan memberi mereka bukti lebih lanjut, dan sekarang kesempatan lain diberikan kepada mereka untuk berpaling kepada-Nya. Dia mengutus para murid untuk memberi tahu mereka bahwa mereka telah membunuh Pangeran Kehidupan, dan dalam tuduhan yang mengerikan ini Dia memanggil mereka lagi untuk bertobat.
Tetapi merasa aman dalam kebenaran mereka sendiri, para guru Yahudi menolak untuk mengakui bahwa orang-orang yang menuntut mereka dengan penyaliban Kristus sedang berbicara melalui arahan Roh Kudus. {AA 61.1}
Tulisan aslinya :
The enemies of the disciples could not but be convinced that Christ had risen from the dead. The evidence was too clear to be doubted. Nevertheless, they hardened their hearts, refusing to repent of the terrible deed they had committed in putting Jesus to death. Abundant evidence that the apostles were speaking and acting under divine inspiration had been given the Jewish rulers, but they firmly resisted the message of truth. Christ had not come in the manner that they expected, and though at times they had been convinced that He was the Son of God, yet they had stifled conviction, and crucified Him. In mercy God gave them still further evidence, and now another opportunity was granted them to turn to Him. He sent the disciples to tell them that they had killed the Prince of life, and in this terrible charge He gave them another call to repentance. But feeling secure in their own righteousness, the Jewish teachers refused to admit that the men charging them with crucifying Christ were speaking by the direction of the Holy Spirit. {AA 61.1}
Amen
ReplyDelete