Musuh para murid tidak dapat mengelak bahwa Kristus telah bangkit dari antara orang mati. Buktinya terlalu jelas untuk diragukan. Namun demikian, mereka mengeraskan hati, menolak untuk bertobat dari perbuatan mengerikan yang telah mereka lakukan dalam membunuh Yesus. Bukti yang berlimpah bahwa para rasul berbicara dan bertindak di bawah ilham Ilahi telah diberikan kepada para penguasa Yahudi, tetapi mereka dengan tegas menolak pesan kebenaran. Kristus tidak datang dengan cara yang mereka harapkan, dan meskipun kadang-kadang mereka telah diyakinkan bahwa Dia adalah Anak Allah, namun mereka menahan keinsafan, dan menyalibkan Dia. Dalam belas kasihan Tuhan memberi mereka bukti lebih lanjut, dan sekarang kesempatan lain diberikan kepada mereka untuk berpaling kepada-Nya. Dia mengutus para murid untuk memberi tahu mereka bahwa mereka telah membunuh Pangeran Kehidupan, dan dalam tuduhan yang mengerikan ini Dia memanggil mereka lagi untuk bertobat. Tetapi merasa a...
Di sini rasul telah menunjukkan salah satu ciri khas dari guru spiritualis. Mereka menolak untuk mengakui Kristus sebagai Anak Allah. Mengenai guru seperti itu, Yohanes yang terkasih menyatakan: “Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. " 1 Yohanes 2:22, 23. Spiritualisme, dengan menyangkal Kristus, menyangkal baik Bapa maupun Anak, dan alkitab menyatakannya sebagai perwujudan antikristus. {PP 686.1} Tulisan aslinya : Here the apostle has pointed out one of the marked characteristics of spiritualist teachers. They refuse to acknowledge Christ as the Son of God. Concerning such teachers the beloved John declares: “Who is a liar but he that denieth that Jesus is the Christ? He is antichrist, that denieth the Father and the Son. Whosoever denieth the Son, the same hath not the Father.” 1 John 2:...